KOMPUTER

|piranti yang digunakan untuk memudahkan kita dalam menggapai sebuah impian yang jauh|

ELEKTRO

|salah satu jalan untukku menemukan titik pencapaian dalam menggapai impian|

DESAIN GRAFIS

|sebuah percabangan jalan yang membawaku lebih dekat dengan impian|

KESEHATAN

|Langkah Awal untuk memperjuangkan sebuah impian, titik nol semuanya dimulai|

ORGANISASI

|tuntutan yang membuatku berjalan lebih mulus dalam melangkah menggapai impian|

Sebuah cerita yang berawal dari sebuah kata

|impian adalah hal gila yang terucap seketika namun dimaknai dengan sepenuh hati|

Lain-lain

|berbagai hal yang menghiasi jalanan untuk menghiburku ketika aku lelah dalam melangkah|

OCSELUM

|sebuah nama yang memberikan makna dalam setiap langkah untuk mencapai impian|

Wacana Kehidupan

Tampilkan postingan dengan label Coretan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Coretan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Desember 2015

Ada "gula", Semut Datang

oke,, Assalamu'alaikum Wr Wb

Jangan lah lupa bagaimana siklus anak perantauan di kota besar, Kota Malang misalnya. Dari berfoya-foya hingga bernostalgia dengan makanan enak (alih jenjang ke promag rasa-rasa). tak ubahnya pedasnya cabe, tak ada kapoknya meski berulang kali merasakan pengalaman "pahit". namanya juga anak muda, hidup tak akan terasa seru jika hanya flat-flat aja. salah satu fasilitas "menghamburkan" uang di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang adalah Pojok Camil bertempat di belakang gedung H3. Selain sederhana, harga di pojok camil lebih miring daripada canteen lain di fakultas teknik, seperti pepatah lama mengatakan "ada gula ada semut" dimana ada wifi pasti disana "wifi hunter" berkeliaran. canteen ini dilengkapi fasilitas wifi gedung sebelah, dan itu "GRATIS" jelas rame. Bayangkan menikmati kopi sambil wifian. NIKMAT REK ......  

Tidak hanya jajanan aja yang ada di canteen ini, mulai dari nasi bungkus sampai dengan kopi tersedia disana tempatnya rindang, nyaman serta banyak tempat sampah (kok tempat sampah? kan kita harus menjaga kebersihan setidaknya ketika disediakan tempat sampah lingkungannya akan bersih, MUNGKIN). Mulai dari mahasiswa Teknik sampai tukang kebunpun ikut nongkrong disini, tidak ada batasan siapapun yang mau nongkrong yang penting adalah bisa menikmati. 
            
                Gak pernah sepi pembeli itulah canteen Pojok Camil, padahal jajanan baru datang jam setengah 9 tapi pas pulang kira kira jam 2 siang udah kukut aja nih canteen. Entah kenapa kok aku belum pernah liat canteen ini kosong (gak ada pembeli) gak kebayang kan gimana capeknya ibuk canteen. “buk  kopi trititititt (sensor) Lima” begitulah suara-suara halus yang terdengar ketika masuk ruang bekurukan 3 x 2,5 Meter itu. Entahlah semoga saja ibuk canteen rizkinya lancar dan betah menghadapi mahasiswa teknik UM yang emang “OKE”.

          Kata ocs : Tidak tempat yang memerlukan kasta untuk menikmatinya, yang ada hanyalah tempat dimana dan bagaimana kita bisa enjoy menikmatinya. So, nikmati hidupmu bagaimanapun caramu yang terpenting adalah jangan merugikan orang lain atas kehadiranmu. 

Jumat, 11 Desember 2015

Estetika Kota dibantu pedagang kaki lima

Oke,, Assalamu’alaikum Wr Wb

Entah kenapa, banyak orang yang tidak suka dengan padagang kaki lima termasuk juga  aku, mungkin karena pedagang kaki lima itu sangat mengurangi space jalan untuk pejalan kaki sehingga kita harus turun dari trotoar untuk menghindari dagangannya. Apalagi kalo kita buru-buru dan butuh akses jalan lebar, seperti orang PMS hanya “dia” yang bener lainnya salah hehe, Padahal kalo mau berfikir, kita anak kost sangat membutuhkan pedagang kaki lima karena anak kost tak pernah tau kapan waktu lapar, “datang diundang pulang harus bayar” itulah laparnya anak kost, selain indomart dan alfamart yang sangat familiar bagi anak kost sebagai penyedia soto, pecel, iga bakar dan lain-lain dalam bentuk mie ternyata faktor penting lainnya adalah pedagang kaki lima sebagai penyuplai makanan awal bulan bagi anak kost.
foto diatas dicomot dari agan google
Bayangkan saja ketika usus diperut sudah ruwet karena terlalu banyak makan mie , perut kitapun perlu refreshing makan tahu telor atapun nasi goreng, pedagang kaki lima adalah pilihan utama sebelum warung nasi goreng ataupun cafĂ©. Apalagi jam menunjukkan pukul 23.57 , PKL pilihan utama dan satu-satunya. Selain sebagai malaikat tanpa sayap bagi anak kost, PKL sebenarnya mendukung nilai estetika dari kota itu sendiri. Bentar, coba bayangin dan renungin, betapa sepinya kota tanpa api penjual nasi goreng, tanpa suara dengungan penjual putu tanpa tik tok tik tok  penjual bakso dan tanpa  te sate  dan asapnya.
Oke kita bahas satu-satu mulai dari api penjual nasi goreng, lampu-lampu kota yang sudah mulai rusak dan tak terawatt dibiarkan saja, akhirnya penyuplai cahaya dari kota adalah api tukang nasi goreng bersama lampu gerobaknya . . . . jreng jreng satu poin didapatkan untuk suplau penerangan. Selain itu, sebagai daya tarik pembeli yang menjadikan riwa-riwi  pembeli menjadikan kota tidak “sempat” tidur sehingga roda perekonomian terdongkrak . . . . jreng jreng dua poin didapatkan dari api penjual nasi goreng. Udah sedikit aja, yang lainnya silakan difikirkan dan ditelaah sendiri hehe.
Lanjut, kita bahas suara dengungan penjual putu, pemerintah kota hanya menyediakan suara untuk warganya lewat traffic light  selain itu zero hehe, hanya dengungan sepeda motor yang ada ataupun klakson angkutan kota, maka dari itu suara  tuuuuuttt  penjual putu sangat membantu meramaikan suara kota. Satu poin untuk putu, suara ini juga menandakan selamatnya cacing-cacing buncit kekurangan gizi diperut anak kost (hehe becanda) karena dengan adanya penjual putu maka cemilan anak kost semakin bervariasi dan menambah suplai dari gizi anak kost setidaknya mengurangi orang sakit dan anak kurang gizi. Dua poin untuk penjual putu.
Bakso, selain suara tik tok nya memecah keheningan ditengah hujan. Bakso sendiri memberikan nilai gizi dari warganya setidaknya warganya memakan daging (walupun sedikit) dan dengan ini makanan tidak monoton hal ini berarti variasi makanan bertambah jreng. . .  satu poin. Kemudian bakso sendiri sangat digemari di Kota Malang maka ini akan memberikan kesan sejarah untuk kota itu sendiri utamanya bagi pendatang 4 tahunan ini. Jreng  . . . poin kedua udah didapatkan.
Te sate dan asapnya yang mengandung aroma khas. Selain menambah variasi, otomatis sate juga baik untuk kesehatan (kalo makannya pas, pas gak sakit pas gak kekenyangan dan pas pas lainnya. Otomatis mendongkrak kesehatan masyarakat, jreng satu poin yang dipakasakan untuk sate masih dalam kategori masuk akal. Kemudian asap dari sate sendiri sangat baik untuk lingkungan, karena mengurangi populasi nyamuk, siapa tau nyamuk aides aigepty  yang ke foging tambah keren kan, disana brati mengurangi penyebab demam berdarah sehingga mengurangi angka penderita penyakit demam berdarah. Tara . . . .  poin kedua yang lebih dipaksakan masih masuk akal.
Hehe sebenarnya masih banyak lagi kalo kita mau berfikir kreatif. Pedangan kaki lima yang “keren” itu pun punya banyak manfaat.

Kata ocs :  cobalah berfikir diluar jalan dimana kita biasa berfikir, disana kita pasti menemukan beberapa hal baru yang mungkin itu bermanfaat. Karena fikiran kita menentukan sikap kita.


Kamis, 10 Desember 2015

Malang, Kota "tanpa" arah mata angin

oke,, Assalamu'alaikum wr wb

Hari ini , kamis 10 Desember 2015 merupakan hari yang tenang namun menggembirakan. Pasalnya dari pagi sampai siang tidak ada aktivitas yang menuntutku untuk bekerja keras setelah beberapa hari yang lalu disibukkan dengan markas. Hanya harus berbelanja beberapa barang bulanan (seperti : shampo, pasta gigi dan beberapa barang lain) dan ngumpulin tugas, benar-benar hari yang tenang sampai tiba kabar bahwa Pakde (mas dari ibu) bilang kalau mau ke Malang trus sambang ke kontrakkanku, awalnya aku tenang dan enjoy aja, sampai tiba saatnya beliau bilang "co, aku di pertigaan depan UB" BAYANGKAN UB itu depannya yang mana ? arah Soekarno - Hatta kah? arah Kerto kah? timur Perempatan ITN kah? atau malah . . . 

Nah ini yang bikin hidup ini bermakna, setelah aku “muterin” UB dari depan veteran sampai kembali ke depan Veteran lagi, maka aku bisa simpulkan beliau juga ikut muter sampai ada kata sepakat untuk berhenti dan aku aja yang muter. Akhirnya beliau nunggu dipertigaan dekat hypermart, pertigaan yang sangat kecil untuk aja beliau bilang “depan UM” kalo egak, sampai ujan saljupun gak bakal ketemu. Kata beliau “kalo daerah batu sih biasa aja, kalo udah sampe kota belum hafal arah mata angin aja bingung” nah nah padahal beliau itu sering banget “kluyuran” tapi pas di Malang aja beliau kesasar kaya di “Hutan Rimba”. Emang kalo udah berada di Kota Malang, sangat sulit memahami arah mata anginnya, utamanya bagi para pelancong. Mana jalan ke Utara, Selatan Timur dan Barat, karena jalanan disini itu arahnya ke Barat Daya, Tenggara dan nemu jalan yang benar-benar ke arah Barat atau lainnya sulit padahal kalo kita Tanya arah keorang-orang jawabnya “perempatan kebarat trus belok ke selatan trus ke barat lagi dan bla bla bla” nyebelin tapi ngangenin :D.
Langsung aja skip ketika pakde bersama anaknya “mas tito” begitu aku manggilnya, sampai dikontrakan. Sampai disini ternyata pakde mampir Cuma bentar, akhirnya masku yang nginep kontrakan. Sebagai tuan rumah yang baik, aku ajak muter-muter kota Malang (padahal Cuma ke UM, Balkot, Stasiun, tapi gakpapa biar ceritanya wow). Akhirnya berhenti di warung API beli tahu telor disana, karena emang mas pengen coba makanan Malang (aku gak tau tahu telor itu khas malang apa ndk, setidaknya di Kediri gak ada yang kaya gini, jadi aku berinisiatif aja beliin yang gak ada hehe) dan setelah makan jajan . . . . tidur.
Paginya, niatnya aku mau ajak jalan-jalan ke taman Merjosari eh ternyata mas tito mainnya di mimpi kejauhan jadi ya . . .  pulangnya kesiangan dan akhirnya ke taman merjosari kira-kira pukul 08.00. setelah beberapa waktu disana akhirnya aku berpindah ke taman Merbabu, liat amati tinggalkan, itu yang dilakukan karena memang tamannya masih dalam proses pembersihan. Perjalanan berlanjut ke Alun-alun Kota Malang, lama ngobrol kesana-kesini sama mas akhirnya perut mulai bergoyang, tibalah di warung makan barokah hehe. abis itu cus ke kontrakkan. abis nganterin mas di SPBU tikungan UNISMA setelah mempertimbangkan kalau pakde jemput ke kontrakanku lagi maka akan terjadi lagi “kejar –kejaran memutari UB” hehe, akhirnya cerita berhenti tara . . . .  udah selesei. 
 Udah singkat padat namun tetep gak jelas, gakpapa yang terpenting adalah semoga ketika ada yang baca ceritaku ini punya inisiatif untuk mengusulkan adanya tanda arah mata angina disetiap jalan utamanya Kota Malang. (:v)


Kata ocs : keluarga tetaplah keluarga, seberapa merepotkan dan menyebalkannya itu mereka adalah sosok yang berarti untuk kita, ada ketika butuh dan selalu menemani ketika ada masalah. Bukan hanya keluarga sedarah, termasuk organisasi dan lainnya.


Selasa, 08 Desember 2015

Pulang untuk pergi

oke,, Assalamu'alaikum wr wb.

yah,, selasa 17.12 aku baru sampai kontrakan , tempat paling nyaman se-Malang Raya setidaknya bagi sisco agustian. Hujan hari ini telah menemaniku balik dari kampung halaman (sebenernya cuma Kediri sih, tapi biar WOW kita besar-besarin aja ceritanya) selama 2 jam terakhir, ya aku berangkat dari Gubuk kecil itu pukul 13.11 diiringi senyum adikku yang masih berumur 2 setengah tahun, Talita namanya. 

16 jam saja cukup, mungkin itu bisa jadi slogan buatku :D karena memang kemaren aku sampai rumah pukul 20.00,, sampai rumah langsung jenguk bayinya mas Danang, M Dandy Azizan, lahir di Kediri 26 November 2015 
setelah itu maenan sama talita sampai larut malam dan . . . merajut mimpi. gak banyak kegiatan yang aku lakukan pagi itu, liat anime sambil nunggu talita bangun, 08.17 baru pemalas kecil ini bangun, gitu aja sambil nangis :D tempat yang kami tuju adalah sungai paron, entah kenapa karena memang setiap aku pulang kampung. Tujuan wajib adalah maenan di sungai Paron. Bukanlah tempat wisata, namun sangat menghibur untuk ku dan adik kecilku. Beras 5kg, makan 2 porsi dan beberapa barang sudah masuk tas ransel hitam,serta atribut touring telah aku kenakan (touring ala sisco), menunjukkan waktu sudah hampir tiba untukku beranjak :) 

tak jarang orang bilang "pulang sebentar itu percuma, mending cari waktu yang lama" namun mereka semua tak pernah tau akan makna senyuman dari orang-orang yang kita kasihi, adikku yang endel, ibuku dan bapakku yang sangat mempedulikan sepeda motorku :v. 

Kata ocs : Bukan seberapa lama kamu dapat bertemu, tapi bagaimana kamu memaknai pertemuan singkat yang terjadi. 

Malang, 8 Desember 2015


Sisco Agustian

Rabu, 25 November 2015

Setting Blog

slider lainnya
slide cerita

slide desain

slide elektro

slide komputer

slide organisasi


sliderkesehatan

slider tentang ocselum

slider rekontruksi